Berikut ini adalah sebagian dari banyaknya akibat
yang akan diperoleh akibat melakukan perbuatan maksiat. Karena itu,
renungkahlah, wahai orang-orang yang berakal!
Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan
dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut. Ketika
Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi’e yang
luar biasa, beliau (Imam Malik) berkata, “Aku melihat Allah telah
menyiratkan cahaya di dalam hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau
padamkan cahaya itu dengan maksiat”.
2. Maksiat mengahalangi Rezeki
Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkannya
berarti menimbulkan kefakiran. “Seorang hamba dicegah dari rezeki
akibat dosa yang diperbuatnya”. (HR Ahmad)
3. Maksiat Menimbulkan Jarak dengan Allah
Diriwayatkan ada seorang lelaki yang mengeluh kepada seorang arif
tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu
akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati
kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas
dosa”.
4. Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang Lain dari Golongan Baik
Maksiat menjauhkan pelakunya dari orang lain, terutama dari golongan
yang baik. Semakin berat tekanannya, maka semakin jauh pula jaraknya
hingga berbagai manfaat dari orang yang baik terhalangi. Kesunyian dan
kegersangan ini semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan dengan
keluarga, anak-anak dan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata,
“Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya
pada perilaku binatang (kenderaan) dan istriku”.
5. Maksiat Menyulitkan Urusan
Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi segala urusannya.
6. Maksiat dapat Melemahkan Hati dan Badan
Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya
kuat, maka kuatlah badannya. Tapi pelaku maksiat, meskipun badannya
kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam dirinya.
Wahai Saudaraku, lihatlah bagaimana menyatunya kekuatan fisik dan
hati kaum muslimin pada diri generasi pertama. Para sahabat berhasil
mengalahkan kekuatan fisik tentara bangsa Persia dan Romawi padahal para
sahabat berperang dalam keadaan berpuasa!
7. Akibat maksiat yang ketujuh adalah kita terhalang untuk taat.
Orang yang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat.
Orang yang berbuat maksiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi
mengalami sakit berkepanjangan. Sakit itu menghalanginya dari memakan
makanan lain yang lebih baik. Begitulah. Jika kita hobi berbuat maksiat,
kita akan terhalang untuk berbuat taat.
8. Maksiat Memperpendek umur dan menghapus keberkahan
Ini akibat maksiat yang kedelapan. Pada dasarnya, umur manusia
dihitung dari masa hidupnya. Padahal, tidak ada kehidupan kecuali jika
hidup itu dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada
Allah serta mencari keridhaan-Nya.
Jika usia kita saat ini 40 tahun. Tiga per empatnya kita isi dengan
maksiat. Dalam kacamata iman, usia kita tak lebih hanya 10 tahun saja.
Yang 30 tahun adalah kesia-siaan dan tidak memberi berkah sedikitpun.
Inilah maksud pendeknya umur pelaku maksiat.
Sementara, Imam Nawawi yang hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah swt. Usianya begitu panjang. Sebab, hidupnya meski pendek namun berkah. Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya keberkahan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.
Sementara, Imam Nawawi yang hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah swt. Usianya begitu panjang. Sebab, hidupnya meski pendek namun berkah. Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya keberkahan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.
9. Maksiat menggelapkan hati
Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap-gulita. Ibnu
Abbas RA berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan
kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan.
Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut
muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya
rezeki dan kebencian makhluk”.
10. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan
Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya
kuat maka kuatlah badannya. Tapi bagi pelaku maksiat, meskipun badannya
kuat, sesungguhnya dia sangat lemah jika kekuatan itu sedang dia
perlukan, hingga kekuatan pada dirinya sering menipu dirinya sendiri.
Lihatlah bagaimana kekuatan fizik dan hati kaum muslimin yang telah
mengalahkan kekuatan fizik bangsa Persia dan Romawi.
11. Maksiat Mnghalangi Ketaatan
Orang yang melakukan dosa dan maksiat akan cenderung untuk memutuskan
ketaatan. Seperti selayaknya orang yang satu kali makan tetapi
mangalami sakit berkepanjangan dan menghalanginya dari memakan makanan
lain yang lebih baik.
12. Maksiat Memendekkan Umur dan Menghapus Keberkahan
Pada dasarnya umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Sementara itu
tak ada yang namanya hidup kecuali jika kehidupan itu dihabiskan dengan
ketaatan, ibadah, cinta dan zikir kepada Allah serta mementingkan
keridhaanNya.
13. Maksiat Menumbuhkan Maksiat Lain
Seorang ulama salaf berkata bahwa jika seorang hamba melakukan
kebaikan, maka hal tersebut akan mendorong dia untuk melakukan kebaikan
yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan,
maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga
keburukan itu menjadi kebiasaan bagi si pelaku.
14. Maksiat Mematikan Bisikan Hati Nurani
Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan dan sebaliknya akan
menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat
memutuskan keinginan untuk bertaubat.
Itulah sebagian akibat dari berbuat maksiat. Jadi renungkanlah !!!
